Search This Blog

Thursday, June 20, 2013

Madrasah Al-Hikmah (Lil Banat untuk wanita)

2014 Intake
 بسم الله الرحمن الرحيم
                                                 
Madrasah Al-Hikmah (Girls section) is now open for registration. Please give us a call to confirm your place for next year. The following information is mostly regarding the girls section of Madrasah Al-Hikmah. You can find more information about the boys section at Madrasah Al-Hikmah Subang Jaya. Jazakallah.

Admission
All students are interviewed prior to admission. Students who pass the interview agree to obey all the rules and work hard; completing homework on time. We regard enthusiasm, effort and parental support very highly.

Entry Requirements
Age 13 and above
Fees
Registration : RM 400 (non refundable due to reservation)
Tuition Fees : RM 4,800 a year (RM 400 a month)
Healthcare   : RM 100
*Kitaabs and Uniforms excluded

Courses:
Aalimiyyah (Syariah Islamiyyah) - Arabic & Islamic Studies (4 years). See course details here
Tahfeedh Al-Quran - Memorisation of the Holy Quran. See course details here

Uniform
Girls: Madrasah uniform, black burkha (tudung labuh).
Clean & smart: Makeup, nail varnish, eyebrow plucking and inappropriate haircuts (qaz’a) are NOT allowed.


Important Information
Our academic year comprises of 40 weeks. Check out Academic Calender here
Holidays are 10 weeks (Aalimiyyah students) and 6 weeks (Hifz students)
Examinations held three times a year
Fees are non-refundable due to reservation
We do not propagate division or politics.
Students are required to communicate in English during studying days.

Contact Information

Boys Madrasah
Moulana Umair (Mudir) : 019- 281 6307
Email: umairagar@hotmail.com
Website: http://www.alhikmahsj.com/

Girls Madrasah
Ustaz Abdul Kadir (Mudir) : 019-236 7926
Ustazah (Registration)      : 019-317 0255
Ustazahs (Student Affairs): 019-392 1614

Office Hours :-
Monday - Friday
10 a.m - 12:30 p.m
5 p.m - 7 p.m

http://madrasahalhikmah.blogspot.com/

~Musta'mal~



Hari ni,salah sorang kawan talaqqiku kantoi dengan syeikh yang dia ada berhubung dengan seorang wanita bukan mahram di phone..*yakni couple*...

kemudian syeikh bagi nasihat yang sangat lembut tapi betul-betul menyentuh hati kami semua....

syeikh: kamu suka dia?

fulan: ya syeikh....

syeikh: kamu suka tu suka-suka atau kamu rasa dia memang yang terbaik untuk menjadi teman hidupmu,menjadi ibu untuk anakmu,menjadi pembantu agamamu?

fulan: ya syeikh...pada pandangan saya,dia yang terbaik untuk jadi teman hidup saya dan agama saya...

syeikh: bila kamu akan menikahinya?

fulan: lepas belajar syeikh...dalam 3 tahun lagi...

syeikh: jadi kenapa kamu rosakkan dia?kamu bukan nak menikah sekarang?kamu rosakkan dia sekarang dan 3 tahun akan datang?kenapa kamu jadikan air mutlak menjadi air musta'mal tanpa sebab?bukankah dia wanita suci yang bakal menjadi ibu untuk anakmu?kenapa kamu bercouple dengannya sedangkan jika kamu sukakan dia,dia sukakan kamu,bersabarlah hingga sampai waktu kalian benar-benar ingin menikah kemudian baru kamu jumpa ayahnya dan pinang dia secara suci?bukankah cara itu lebih suci?wanita umpama air mutlak,mereka suci,tetapi apabila mereka mula berhubung dengan lelaki tanpa sebab,apatah lagi ber couple,wanita itu umpama air musta'mal..ia tidak boleh digunakan untuk bersuci tetapi hanya digunakan untuk perkara selain bersuci seperti basuh pinggan,basuh najis,basuh bontot dan sebagainya...apa kamu sanggup ibu untuk anakmu setaraf itu?sesungguhnya wanita ini akalnya pendek,nafsu mereka didepankan atas segalanya,kalau lelaki datang ucapkan kata-kata palsu,mereka akan mempercayainya melebihi mereka percayakan al-quran...sedangkan lelaki memang perangai mereka hanya main-main kecuali mereka benar-benar bersedia untuk nikah,tapi sekiranya mereka belum sedia,contohnya mereka masih belajar dan sebagainya,jelas permainan mereka dengan wanita itu hanya tipu daya,tapi tipu daya semudah itu pun dapat menipu para wanita hingga membawa mereka ke ranjang perzinaan..itu tandanya akal mereka sangat pendek...nabi utuskan para lelaki sebagai penjaga para wanita bukan perosak mereka....bagi kamu,couple,chatting,cakap dalam phone semua itu dosa kecil sedangkan ia jelas haram kerana allah haramkan kita untuk dekati zina....dekati zina pun tak boleh,makna kata kalau kita masih jauh 50km dari zina,tapi 1cm kita gerakkan kaki ke arah zina itu telah haram kerana perintah ini....jadi janganlah pandang remeh perkara zina ini...sesungguhnya ramai yang mati tanpa berzina tetapi di mahsyar kelak buku amalan mereka penuh dengan dosa zina.....apa berbaloi kau bahagia sementara dengan teman wanita yang kau tak ingin nikahi diganti dengan azab neraka yang panasnya 70x ganda api dunia?

note: kepada lelaki bapuk di luar sana yang gemar permainkan wanita...ketahuilah bahawa kalian adalah MUSUH ALLAH DAN MUSUH RASULULLAH ! ! ! kalian permainkan para wanita yang akalnya pendek,tidak dapat bezakan baik dan buruk...memang para wanita walaupun akal pendek,tapi mereka dikurniakan sifat malu yang tinggi....fb,phone,twitter,internet ni semua dicipta dajjal untuk menghakis sifat malu para muslimah sehingga mereka jadi umpama kucing betina yang menggoda2 kucing jantan untuk mengawan...wanita yang berpurdah yang kononnya wanita paling pemalu(tak mau orang lihat wajah merek) pun pamerkan gambar mereka walaupun berpurdah di fb untuk tatapan jutaan lelaki bukan mahram,mereka tanpa segan silu bergurau senda,tanpa malu inbox lelaki dan sebagainya...sekarang akal mereka tidak dapat jaga diri mereka,bahkan sifat malu juga tidak dapat jaga diri mereka..jadi siapa yang bertanggungjawab menjaga maruah para bidadari rasulullah kalau bukan LELAKI???

lelaki yang couple2 dan yang bersayang2 dengan bukan mahram atas nama "tunang" tu..tolong lah....korang ada akal kuat..korang tak bodoh....korang nak memusuhi allah dan rasul,itu hak korang...tapi korang kena sedar,nanti korang pun akan ada anak perempuan,korang suke ke jantan tah mana-mana berhubung,bermanja,bersayang secara haram dengan anak perempuan korang?kalau korang redha...nampak sangat korang dayus dan lelaki dayus nabi khabarkan mereka DIHARAMKAN SYURGA KEPADANYA WALAUPUN BAUNYA.....

-Ibo-

Wednesday, June 19, 2013

HADITS PALSU DALAM KITAB FADHILAH AMAL Tduhan Mereka Jawapan kita.. Wahabi owh wahabi..



Mereka berkata : Kitab Fadhilah Amal adalah kumpulan hadits dhaif dan maudhu'
Masalah hadits dhaif pendapat yang umum dikalangan ulama boleh menggunakannya untuk Fadhilah Amal.

Masalah hadits maudhu' benarkah ada terdapat dalam Buku Fadhilah Amal karangan Maulana Zakariyya Al-Kandahlawi rah.a.

Jawabnya : “Ada”

Didalam Fadhilah Dzikir, Hadits-hadits Tentang Kalimat Thayyibah, Hadits ke 28
Maka Allah berfirman kepadanya: “Siapakah Muhammad (yang engkau maksud)?” Maka Adam menjawab: “Maha berkah nama-Mu ketika engkau menciptakan aku, akupun mengangkat kepalaku melihat Arsy-Mu, dan ternyata di situ tertulis: Laa ilaaha illallah Muhammadun Rasulullah. Maka akupun mengetahui bahwa tidak seorang pun yang lebih agung kedudukannya di sisi-Mu dari orang yang telah engkau jadikan namanya bersama dengan nama-Mu.” Maka Allah berfirman kepadanya: “Wahai Adam, sesungguhnya dia adalah Nabi terakhir dari keturunanmu, kalaulah bukan karena dia, niscaya Aku tidak akan menciptakanmu.” (Hr. Thabrani, Hakim, Abu Nu’aim, Baihaqi)

Dibawah hadits tersebut (keterangan hadits yang berbahasa Arab) dengan jelas Maulana Zakariyya menuliskan kedudukan hadits tersebut.
Apa keterangannya :

“Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Ash-Shaghir, Al-Hakim, Abu Nu’aim, Al-Baihaqi yang keduanya dalam kitab Ad-Dala`il, Ibnu ‘Asakir dalam Ad-Durr, dan dalam Majma’ Az-Zawa`id (disebutkan): Diriwayatkan Ath-Thabrani dalam Al-Ausath dan Ash-Shaghir, dan dalam (sanad)-nya ada yang tidak aku kenal. Aku berkata: Dan dikuatkan yang lainnya berupa hadits yang masyhur: “Kalau bukan karena engkau, aku tidak menciptakan jagad raya ini”, Al-Qari berkata dalam Al-Maudhu’at: “Hadits ini palsu.”

Dalam menanggapi hadits ini :
Berkata Al-Imam Al-Hakim : “Shahih sanadnya”
Berkata Al-Imam Al- Baihaqi : “Dhaif”
Al-Qari berkata dalam Al-Maudhu’at: “Hadits ini palsu.”

Jadi ada perbedaan pendapat ulama tentang hadits diatas ada yang mengatakan : Shahih, dhaif dan palsu.

Pertanyaan
“Mengapa Maulana Zakariyya menuliskan hadits palsu dalam kitab Fadhilah amal”

Jawab :
Tidak ada masalah menuliskan hadits dhaif atau palsu dalam sebuah buku untuk kepentingan ilmu sepanjang menuliskan derajat haditsnya. Maulana Zakariyya dengan jelas menuliskan berbagai pendapat ulama dalam menanggapi hadits tersebut.

Pertanyaan
Kenapa penerjemah tidak menerjemahkan takhrij hadits tersebut kedalam bahasa Indonesia sebab mayoritas pembaca tidak memahami bahasa Arab.

Jawab :
Penerjemah mungkin punya alasan yang khusus dalam masalah ini. Setiap takhrij hadits dalam Fadhilah amal tidak pernah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia bisa saja karena akan menimbulkan tebalnya kitab tersebut dan biasanya hanya sebahagian kecil dari masyarakat Indonesia yang faham tentang ilmu hadits dengan baik.

Contohnya :
Telah menceritakan kepada kami Al Humaidi Abdullah bin Az Zubair dia berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan yang berkata, bahwa telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id Al Anshari berkata, telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ibrahim At Taimi, bahwa dia pernah mendengar Al Qamah bin Waqhas Al Laitsi berkata saya mendengar Umar bin Al Khaththab diatas mimbar berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Semua perbuatan tergantung niatnya, dan balasan bagi tiap-tiap orang tergantung apa yang diniatkan. Barang siapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan” (HR. Bukhari)

Kalau kita melihat didalam buku hadits yang terjemahan atau salinan kedalam buku lain maka nama Perawi : Al Humaidi Abdullah bin Az Zubair, Sufyan, Yahya bin Sa’id Al Anshari, Muhammad bin Ibrahim At Taimi, Al Qamah bin Waqhas Al Laitsi jarang sekali dituliskan padahal dalam tulisan bahasa arabnya ditulis lengkap dengan parawinya. Maka hadits diatas akan dipotong nama-nama perawinya dan hadits diatas akan dituliskan sebagai berikut :

Umar bin Al Khaththab diatas mimbar berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Semua perbuatan tergantung niatnya, dan balasan bagi tiap-tiap orang tergantung apa yang diniatkan. Barang siapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan” (HR. Bukhari)

Jadi, alasan apa yang menyebabkan penerjemah tidak menyertakan nama-nama perawinya. Alasannya mungkin akan sama dengan keterkaitan masalah Fadhilah amal diatas. “Akan menimbulkan tebalnya kitab tersebut dan biasanya hanya sebahagian kecil dari masyarakat Indonesia yang faham tentang ilmu hadits dengan baik”.
Makanya menurut hemat penerjemah hal itu tidak dituliskan.

Mereka berkata : Kitab Fadhilah Amal tidak layak untuk dibaca karena akan menimbulkan kesesatan ditengah umat yang berisi kumpulan hadits dhaif dan maudhu'
Mari kita teliti dengan baik adakah didalam kitab para pencela itu hadits dhaif dan maudhu'

Hadits-Hadits dhaif yang Terdapat dalam Kitab At-Tauhid karya Muhammad bin ‘Abdil-Wahhab

Bab 2 : Keistimewaan Tauhid Dan Dosa-Dosa Yang Diampuni Karenanya
Dari Abu Sa’id Al-Khudriy, dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda : “Musa berkata : “Ya Tuhanku, ajarkanlah kepadaku sesuatu untuk berdzikir dan berdoa kepada-Mu”. Allah berfirman : “Katakanlah wahai Musa : Laa ilaaha illallaah”. Musa berkata : Ya Tuhanku, semua hamba-Mu mengucapkan ini”. Allah pun berfirman : ”Hai Musa, seandainya ketujuh langit dan penghuninya, selain Aku, serta ketujuh bumi diletakkan pada salah satu daun timbangan, sedang ’Laa ilaaha illallaah’ diletakkan pada daun timbangan yang lain; maka ’Laa ilaaha illallaah’ niscaya lebih berat timbangannya”.

Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan Al-Haakim, dan ia menshahihkannya.

Keterangan :
Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam Shahih-nya (no. 6218) dan Al-Mawaarid (no. 2324), serta Al-Haakim dalam Al-Mustadrak (1/528). Diriwayatkan juga oleh Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah (8/327-328), An-Nasa’i dalam ‘Amalul-Yaum wal-Lailah (no. 834, 1141), Al-Baihaqi dalam Al-Asmaa’ wash-Shifaat (102-103), dan yang lainnya.
Sanad hadits ini dla’if karena perawi yang bernama Darraaj bin Sam’aan. Al-Imam Ahmad berkata : “Hadits-hadits Darraj dari Abu Al-Haitsam, dari Abu Sa’id Al-Khudriy adalah lemah”.

Hadits ini di-dla’if-kan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam At-Ta’liqaatul-Hisaan (9/54-55 no. 6185), Asy-Syaikh Muqbil Al-Wadi’iy dalam At-Tatabbu’ (1/718 no. 1988), dan Asy-Syaikh Syu’aib Al-Arna’uth dalam Takhrij Shahih Ibni Hibban (no. 6218).

Bab 7 : Termasuk Syirik; Memakai Gelang, Benang, Dan Sejenisnya Sebagai Pengusir Atau Penangkal Mara Bahaya

Hadits ‘Imraan bin Hushain radliyallaahu ‘anhu :

Dari ‘Imraan bin Hushain radliyallaahu ‘anhu : Bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam melihat seorang laki-laki terdapat di tangannya gelang kuningan. Maka beliau bertanya : “Apakah ini ?”. Orang itu menjawab : “Penangkal sakit”. Nabi pun bersabda : “Lepaskan itu, karena dia hanya akan menambah kelemahan pada dirimu. Sebab jika kamu mati sedangkan gelang itu masih ada di tubuhmu, kamu tidak akan beruntung selama-lamanya”.

Diriwayatkan oleh Ahmad dengan sanad laa ba’sa bih (tidak mengapa/bisa diterima).
Keterangan :

Diriwayatkan oleh Ahmad (4/445), Ibnu Majah (no. 3531), Ath-Thabarani dalam Al-Kabiir (18/172 no. 391), Ibnu Hibban dalam Shahih-nya (no. 6085) dan Al-Mawaarid (no. 1410-1411), serta Al-Haakim (4/216).

Sanad hadits ini dla’if karena :
a) Adanya inqitha’ (keterputusan), karena Al-Hasan (Al-Bashriy) tidak mendengar hadits dari ‘Imran bin Hushain. Tashriih Al-Hasan dalam hadits di atas adalah tidak benar menurut Ibnul-Madini, Abu Hatim, dan Ibnu Ma’in.
b) Adanya ’an’anah dari Al-Mubaarak bin Fudlaalah, sedangkan ia adalah seorang mudallis.

Hadits ini dilemahkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam At-Ta’liqaatul-Hisaan (8/448 no. 6053) dan Adl-Dla’ifah (3/101-104), Asy-Syaikh Muqbil Al-Wadi’iy dalam At-Tatabbu’ (4/341 no. 7582 – beliau menegaskan adanya inqitha’ dalam sanadnya), serta Asy-Syaikh Syu’aib Al-Arna’uth dalam Takhrij wa Ta’liq Musnad Al-Imam Ahmad (33/2-4-205).

Hadits maudhu' (palsu) dalam kitab Fathul Majid Syaikh Abdurrahman hasan Alu Syaikh

Bab : Mamberi Nama Anak Yang Bernuansa Syirik Kepada Allah, Hal. 882. 1994 M, Penta’liq : Abdullah bin Baaz.

Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna, maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya kepada keduanya itu. Maka Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS. Al A'raaf 190)

Imam Ahmah rah.a dalam menafsirkan ayat ini berkata, “Bercerita kepada kami Abdush-Shamad, bercerita kepada kami Umar bin Ibrahim, bercerita kepada kami Qatadah dari Al Hasan dari Samurah dari Nabi SAW, beliau bersabda : “Ketika hawa melahirkan, iblis mengitarinya dan anaknya tidak pernah hidup. Lalu iblis berkata kepadanya : Namailah anakmu dengan Abdul Harits dan anak itu hidup. Itu adalah wahyu dari syetan dan perintahnya.

Ibnu Katsir mengatakan cacat dari 3 segi dan hadits ini nampaknya dari ahli kitab
Imam Abu Muhammad bin Hazm berkata palsu dan bohong dari kalangan orang yang tidak punya agama.

Mereka berkata : Kitab Fadhilah Amal tidak layak untuk dibaca karena akan menimbulkan kesesatan ditengah umat yang berisi kumpulan hadits dhaif dan maudhu'. Sebenarnya mereka sendiri sudah menghukumi dirinya sendiri.
Untuk apa baca kitab Fathul Majid yang berisi kumpulan hadits dhaif dan maudhu'.
Cobalah sedikit untuk berpikir.

Wallahu a’lam

oleh Ust Mahodum Hasibuan

Monday, June 17, 2013

Pausa ganti???

Assalamualaikum semua...
mcm mana dgn puasa" yg ditinggal sbb period?bertahun" yg xpernah diganti..klu solat diqadakan klu puasa nak bt mcm mana?
Usamah Mables
Fidyah ni bukan bermaksud bayar duit. Fidyah ni bayaran denda dan di sisi mazhab sahfie dibayar dengan beras.
Puasa yg dtggalkan mesti diganti mengikut bilangan hari. Dan jika sekiranya dah lebih setahun maka bersama qadha mesti bayar denda 1 cupak beras utk sehari puasa. Sekiranya dh lebih 2 tahun kna bayar 2 cupak beras utk sehari puasa.kna qadha cepat2 sume puasa tu supaya terhenti lipatganda bayaran fidyah.dah selesai qadha boleh bayar fidyah sikit2 pun xper.
Nada Intuisi
Boleh perincikan siapa yang benar-benar layak untuk diberi beras tu?
Usamah Mables
faqir miskin..
Usamah Mables
Org miskin ni org yg pendapatan dia tidak dapat menampung keperluan harian dia
Mer Lisa
secupak tu brapa gram??
Usamah Mables
Secupak kurang dari 1kg.bagi 1kg lebih baik.
Ryanis Rendra
Ustaz Usamah Mables... Boleh bg pd keluarga yg ditinggalkan suami yg keluar dijalan Allah tak?
Usamah Mables
Boleh bagi sekiranya dia dalam golongan miskin
Rosa Berberifolia
owh, pham.. ag satu mum.. hehe. sblum ni mum pnah kta x leh solat sunat slagi x abes qadha sume solat fardhu yg tggal.. pose pun sme gak ke, x leh pose sunat slagi x abeh qadha puasa wajib?
Usamah Mables
Yer betul.xleh pose sunat selagi ada puasa qadha.
CONTOH SOALAN (bayaran fidyah)
Nur Hakimah Razali
Ustaz Usamah Mables maknanya,contohnya tinggal puasa satu hari thun 2000.thun 2010 bru ganti puasa.klu dia byr fidyah tahun 2013, kira kene byr 10 cupak ke 13 cupak?
Usamah Mables
Klau dia dh ganti puasa tahun 2010 dia just bayar 10 cupak je la.

Sunday, June 16, 2013

Bantuan Allah..

Alias r.a.meriwayatkan, "Aku menemukan tiga perkara keajaiban yang dimiliki umat Islam. Seandainya Bani Isra'il memiliki keajaiban itu, niscaya orang-laint lain tidak akan mengadakan perjanjian dengan mereka.

" Salah satu keajaiban yang diceritakan oleh Anas r.a : 'Umar bin Khattab mempersiapkan pasukan perang termasuk Anas dan mengangkat `Ala' bin Hadhrami sebagai pemimpinnya.

Selanjutnya mereka pergi ke medan peperangan, dan melihat musuh telah menutup saluran-saluran air. Hari teramat panas, mereka dan binatang-binatang mereka merasa dahaga. Menjelang matahari terbenam, mereka sholat dua rakaat. Kemudian 'Ala' bin Hadhrami mengangkat tangannya(berdoa), padahal di langit tidak ada apa-apa(tnda nak tturun hujan). Sebelum dia menurunkan tangannya,setelah itu Allah mengirimkan angin dan memunculkan Awan hujan. Lalu turunlah hujan, sehingga tempat berbatu yang sulit dilewati juga celah di antara dua bukit penuh dengan air. Mereka minum dan membawa bekal minuman dari air tadi.

Kemudian mereka pergi pada musuh, tetapi musuh telah melintasi laut menuju daratan di seberang laut(bahrain). 'Ala' berhenti di tepi laut lalu
berkata

"Y 'Ali (Wahai Zat Yang Maha Tinggi), Ya Azim (Maha Agung), dan Ya Aziz (Maha Mulia)."

Lalu berkata, "Seberangilah dengan menyebut anama Allah." Mereka menyeberangi laut itu, airnya hanya setinggi kuku kaki binatang.

Ala' kemudian meninggal dunia, dan dikebumikan. Selesai dikebumikan, ada seorang laki-laki datang dan bertanya, "Siapa dia?" Mereka menjawab, "Manusia yang paling baik anatra kami , putra Hadhrami." Laki-laki itu berkata, "tempat ini tidak baik untuk digunakan untuk tanam jenazah, karena sering ada binatang buas yang menggali tanah untuk mencari makan. Sebaiknya kalian memindahkan jenazahnya ke daerah yang aman, satu atau dua batu dari sini.

" Mereka khawatir ada binatang buas yang memakan jenazah Ala al hadrami, maka mereka sepakat untuk menggali makamnya, tetapi jenazahnya dah hilang dan bila tngaok liang lahatnya maka kuburnya itu jadi luas dan mengeluarkan cahaya yg berberkilauan. Mereka menutub kembai kuburnye itui, lalu melanjutkan perjalanan." (Riwayat Al-Baihaqi)

Friday, June 14, 2013

beza Ulamk salaf dengan salafi(wahabi)

sesetengah org menganggap bahawa aqidah salaf yg sebenar dlm masalah sifat2 yg terkandung dlm ayat2 mutasyabihat ialah mengithbatkan (menetapkan) MAKNA ZAHIR bg sifat2 tersebut secara HAKIKI (bukan kiasan). ini tidak betul sama sekali. aqidah salaf yg sebenar ialah TAFWIDH, iaitu menyerahkan maknanya terus kpd Allah tanpa mengithbatkan makna zahir yg membawa kpd tasybih dan tanpa menakwilkannya. buktinya:

1) al-muhaddith as-salafi muhammad abdur rahman al-mubarakfuri berkata dlm kitabnya tuhfatul ahwazi (darul kutub ilmiyyah, jilid 2, m/s 431):
قد اختلف في معنى النزول على أقوال فمنهم من حمله على ظاهره وحقيقته وهم المشبهة تعالى الله عن أقوالهم
"(ulama) telah berselisih pendapat ttg makna nuzul Allah (nuzul dr segi bahasa: turun), di antara mereka ada yg membawanya kpd MAKNA ZAHIR dan HAKIKI, mereka itulah MUSYABBIHAH (golongan yg menyamakan Allah dgn makhluk), maha tinggi Allah drpd tanggapan mereka"

2) al-imam muhammad anwar shah al-kasymiri berkata dlm kitabnya yg mensyarahkan sunan tirmizi, al-'arf asy-syazi (jilid 1, m/s 415):
أصل مذهب أهل السنة التفويض
"mazhab ahli sunnah yg sebenarnya ialah TAFWIDH"

beliau berkata juga dlm syarahnya terhadap sahih bukhari, faidh al-bari:
أما الاستواء بمعنى جلوسه تعالى عليه فهو باطل لايذهب إليه إلا غبي أو غوي
"adapun (memahami) istiwa dgn makna duduknya Allah di atasnya (atas arasy), maka ia adalah BATIL dan tidak seorang pun yg berpegangan sedemikian kecuali org yg BODOH atau SESAT"

3) al-imam al-hafiz ahmad ibn abdir rahman al-'iraqi berkata dlm kitabnya al-ghaith al-hami' (jilid 3, m/s 926) dlm menerangkan aqidah salaf yg sebenar:
تفويض المراد منه إلى الله والسكوت عن التأويل مع الجزم بأن الظواهر المؤدية إلى الحدوث والتشبيه غير مرادة وهو مذهب السلف
"TAFWIDH (menyerahkan) makna kpd Allah dan berdiam diri drpd takwil serta memutuskan bhwa makna zahir yg membawa kpd sifat baharu dan tasybih adalah bukan makna yg dikehendaki, dan itulah mazhab salaf"

*makna kalam imam iraqi: mazhab salaf yg sebenar ialah tafwidh, tidak takwil dan tidak ithbat makna zahir

4) al-imam al-hafiz al-mufassir al-muarrikh ismail ibn umar ibn kathir berkata dlm tafsirnya, ketika menafsirkan surah al-a'raf ayat 54:
والظاهر المتبادر إلى أذهان المشبهين منفي عن الله
"dan makna zahir yg berlegar di fikiran ahli tasybih ternafi drpd Allah"

dan byk lagi..
kesimpulannya: aqidah salaf yg sebenar bukan ithbat makna zahir, tetapi:

"ithbatkannya sebagai sifat Allah, beriman dgnnya dengan sepenuh2 keimanan, tanpa mengithbatkan makna zahirnya (kerana Allah yg tau makna yg dikehendakiNya) dan tanpa ditakwil"

wallahua'lam

Wednesday, June 12, 2013

aurat wanita aurat wanitah adalah selurh tubuhnya termask muka dan tapak tangn



Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al Ahzab : 59)

bila lihat pada tfsir ibn kathir.

tafsir:
Allah Ta`ala menyuruh Rasulullah agar dia menyuruh wanita-wanita mukimin,terutama istri-istri dan anak-anak perempuan beliau karena keterpandangan mereka,agar mengulurkan jilbab keseluruh tubuh mereka.Sebab cara berpakaian demikian membedakan mereka dari kaum jahiliah dan budak-budak perempuan.Jilbab berarti selendang yang lebih lebar daripada kerudung.Demikianlah menurut Ibnu mas`ud,Ubaidah,Qatadah,dan sebagainya.Kalau sekarang,jilbab itu seperti kain panjang.Al-Jauhari berkata,"Jilbab ialah kain yang dapat di lipatkan."

Ali Bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas,dia berkata,"Allah menuyruh kaum wanita mukmin,jika mereka hendak keluar rumah untuk suatu kepentingan,agar menutup wajah mereka mulai dari atas kepala dengan jilbab.Yang boleh tampak hanyalah kedua matanya saja."
Muhammad Bin Sirrin berkata,"Aku bertanya kepada Ubaidah as Salmani mengenai firman Allah,"hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuhnya.dia berkata"yaitu menutup wajah,kepala dan hanya boleh menampakkan mata kirinya".
Ikrimah berkata,"Berarti wanita harus menutup lehernya dengan jilbab yang dilipatkan kedadanya."

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ummu salamah,dia berkata,"Setelah ayat di atas turun,maka kaum wanita anshar keluar rumah dan seolah-olah di kepala mereka terdapat sarang burung gagak.Merekapun mengenakan baju hitam."

Az-Zuhri ditanya tentang anak perempuan yang masih kecil.beliau menjawab,"Anak yang demikian cukup mengenakan kerudung,bukan jilbab".

Firman Allah Ta`ala,"Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal,karena itu mereka tidak di ganggu."Mujahid menafsirkan,"Jika mereka mengenakan jilbab,maka diketahuilah bahwa mereka merupakan wanita-wanita merdeka sehingga tidak diganggu oleh orang fasik dengan sesuatu gangguan atau ejekan."

Firman Allah Ta`ala,"Dan Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang."Maha Pengampun atas perbuatan yang dilakukan pada masa jahiliah,pada saat mereka belum mengenakan jilbab.

(Tafsir Ibnu Katsir)